Aplikasi Alternatif Google & Microsoft Untuk Produktivitas

Google dan Microsoft sudah terkenal memiliki berbagai aplikasi produktivitas yang tidak hanya lengkap, tapi juga populer. Lihat saja email yang identik dengan Gmail dari Google, atau pengolah dokumen yang identik dengan Office dari Microsoft. Tapi kalau kamu mencari aplikasi alternatif untuk produktivitas selain dari Google dan Microsoft, bisa saja.

Tentu, berada dalam satu ekosistem memiliki keuntungan tersendiri. Toh bukan berarti memakai aplikasi lain sulit. Biasanya ada dukungan integrasi antar aplikasi yang memudahkan proses kerja kita.

Memilih aplikasi produktivitas yang beragam ini gampang-gampang susah. Terutama memilih yang tersedia di berbagai platform. Yah, selain yang juga punya fitur yang tidak kalah lengkap.

Tapi mari kita lihat bersama apa saja aplikasi alternatif Google dan Microsoft untuk produktivitas ini.

Browser: Firefox

Firefox adalah pilihan alternatif browser Google Chrome atau Microsoft Edge yang baik. Browser ini bahkan sudah populer sebelum Google Chrome ada.

Firefox terkenal sebagai browser yang menghargai privasi (salah satu yang pertama bisa ganti DNS), hadir di berbagai platform (bisa sinkronisasi website antar perangkat), dan punya alat screenshot (web capture) bawaan paling enak.


Chatting: Slack

Slack menjadi alternatif aplikasi Google Chat/Hangout dan Microsoft Teams. Slack merupakan salah satu aplikasi chatting untuk tim yang populer. Bahkan boleh kita bilang merupakan pionir di bidang ini.

Slack menawarkan bentuk obrolan yang hadir dalam berbagai kanal berbeda di tiap tim yang kamu punya. Aplikasi ini juga memiliki integrasi dengan berbagai aplikasi produktivitas lain. Lalu, seperti Discord, aplikasi ini juga mendukung perintah bot. Slack juga hadir di berbagai platform, baik di komputer maupun smartphone.


Cloud: Dropbox

Dropbox menjadi alternatif layanan cloud Google Drive dan Microsoft OneDrive yang bisa kamu pilih. Menariknya, Dropbox hadir lebih dulu dari Google Drive.

Sebagai penyimpanan di cloud, Dropbox juga memiliki fitur sinkronisasi foto dan video dari ponsel (seperti Google Photos). Selain itu, Dropbox juga punya Paper, aplikasi catatan online. Aplikasi ini juga hadir di berbagai platform. Sayangnya pemakaiannya secara gratis lebih terbatas dan harga versi premium lebih mahal dari Google Drive dan Microsoft OneDrive (silakan lihat perbandingan harga layanan cloud).


Dokumen: LibreOffice

LibreOffice merupakan alternatif aplikasi pengolah dokumen (office suite) seperti Google Docs dan Microsoft Office. Seperti kedua kumpulan aplikasi itu, LibreOffice juga mencakup aplikasi seperti Writer (menulis), Calc (lembar kerja), Impress (presentasi), dll.

LibreOffice dikembangkan berdasar aplikasi OpenOffice yang jadul (update terakhir tahun 2011). Aplikasi LibreOffice hadir untuk Windows, macOS, dan Linux. Aplikasi ini tidak punya versi resmi untuk Android dan iOS, namun hadir melalui Collabora Office. Lalu, aplikasi ini tidak punya versi online.


Video Call / Conference: Zoom

Sudah jelas nampaknya kalau Zoom adalah alternatif untuk Google Meet dan Microsoft Teams. Bahkan saat ini Zoom menjadi aplikasi video call / conference paling populer sejak pandemi melanda.

Zoom memiliki penawaran dan fitur yang menarik. Misalnya 100 peserta untuk versi gratis, termasuk fitur screen sharing, breakout room, virtual background, whiteboard, dll. Aplikasi Zoom juga tersedia di berbagai platform.


Jadwal Tugas (To-do): TickTick

TickTick merupakan aplikasi tugas alternatif untuk Google Task dan Microsoft Todo. Dengan aplikasi ini kamu bisa mengatur tugas yang harus kamu lakukan, baik dengan jadwal tertentu atau rutin (tugas berulang), untuk lokasi tertentu (kalau lewat supermarket A beli telur), dan juga termasuk berbagi daftar tugas alias berkolaborasi.

Aplikasi TickTick tersedia di berbagai platform dan mendukung sinkronisasi antar perangkat. Fitur yang tersedia secara gratis sudah lengkap. Tampilannya pun enak dilihat.


Itulah beberapa aplikasi alternatif Google dan Microsoft untuk produktivitas. Tentu, kalau kamu dan tim sudah menggunakan layanan Google atau Microsoft, kamu tidak perlu mempertimbangkan pilihan ini.

Kamu juga mungkin tidak perlu memakainya kalau memang tidak butuh. Misalnya, tim hanya beberapa orang, sehingga ngobrol di WhatsApp atau Telegram sudah cukup.

Pilihan di atas hanyalah sekedar rekomendasi alternatif. Yang penting adalah bagaimana kamu bisa menjalankan produktivitas semudah mungkin, apapun platform yang kamu pakai.

%d blogger menyukai ini: