Bisakah The Witcher dari Netflix Mengisi Kekosongan Game of Thrones?

The Witcher Netflix Series

Film seri terbaru Netflix yang berjudul The Witcher akan segera tayang pada tanggal 20 Desember 2019. Serial ini memiliki tema fantasi, sama seperti Game of Thrones. Apakah serial ini bisa mengisi kekosongan yang ditinggalkan GoT?

Untuk yang belum tahu soal serial ini, cerita The Witcher diangkat dari novel berseri karya Andrei Sapkowski. Kisah The Witcher Saga ini sudah terbentang sepanjang total 5 novel dan berbagai kumpulan cerita pendek. Saga tersebut memiliki cerita seputar seorang beast hunter (yang disebut “witcher“) bernama Geralt of Rivia (juga dikenal sebagai “White Wolf” dan the Butcher of Blaviken).

Sebelumnya, kisah berlatar saga ini juga sudah hadir lebih dulu sebagai seri game RPG yang populer. Game tersebut sudah hadir sampai 3 seri, yaitu The Witcher (2007), The Witcher 2: Assassins of Kings (2011) dan The Witcher 3: The Wild Hunt (2015). Ketiga game ini banyak mendapat penghargaan.

Dari segi cerita, serial The Witcher di Netflix lebih dekat bersandar pada bukunya. Seri ini dibintangi Henry Cavill sebagai sang tokoh utama, Geralt of Rivia.

The Witcher Netflix Series
The Witcher tayang perdana 20 Desember 2019

Awalnya seri ini hampir diproduksi sebagai sebuah film panjang. Namun Kelly Luegenbiehl, VP International Originals di Netflix, mencegahnya. “Bagaimana kita bisa mengambil delapan buku dan membuatnya menjadi satu film?”

Seperti HBO mengolah Game of Thrones, Netflix pun tidak tanggung-tanggung dalam memproduksi The Witcher. Dana yang dikucurkan Netflix untuk serial ini disebut cukup besar. Konon mencapai total $70-$80 juta atau sekitar $10 juta per episode.

Yah, kisah fantasi memang selalu memikat. Dari masa ke masa. Mulai dari Lord of the Rings, Harry Potter, atau Game of Thrones. Film atau serial seperti ini, bila digarap serius, bisa memberi jaminan laku keras.

Saat ini, setelah serial Game of Thrones berakhir (dengan ending yang cukup mengecewakan), belum ada lagi kisah yang menggantikannya. Kelihatannya inilah yang menjadi ambisi Netflix.

Apalagi saat ini layanan tontonan streaming bertambah banyak dan persaingan semakin ketat. Lihat saja kehadiran Apple TV+ dan Disney+. Munculnya dua nama besar itu sebagai pesaing tentu membuat Netflix harus mengambil langkah jitu.

Tentu saja hal ini membawa kita kembali ke pertanyaan awal. Bisakah Netflix membawa serial The Witcher mengisi kekosongan yang ditinggalkan Game of Thrones? Kita lihat saja tanggal 20 Desember 2019 mendatang.