Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Kilas Balik: Smartphone Tahun 2019 Menyajikan Hal Spektakuler

smartphone 2019
Anom Penulis

Tahun 2019 menghadirkan banyak hal menarik seputar dunia smartphone. Baik dari inovasi — seperti bentuk smartphone baru, perkembangan kamera, peralihan ke teknologi yang lebih baru — sampai ke persaingan keras antar merek dan imbas masalah politik.

Mungkin sudah ada yang lupa kejadian-kejadian menarik tersebut. Untuk itu, mari kita lihat fenomena menarik dari dunia smartphone di tahun 2019 ini.

Perang Smartphone Kelas Menengah

Walau gengsi ponsel kelas flagship masih keras, namun persaingan kelas berat itu sudah menurun tensinya. Salah satunya karena beberapa nama besar menyurut kepopulerannya. Misalnya HTC, LG, atau Sony.

Bahkan nama besar yang masih kuat pun agak berkurang gaungnya, seperti Huawei dan Google. Kalau Huawei karena masalah politik, Google mengalami kritik karena fitur Pixel 4 yang kurang menarik kalau dibanding harganya. Persaingan di kelas flagship lebih didominasi oleh Samsung dan Apple.

Sementara itu, ponsel kelas menengah sangat riuh. Di kelas ini muncul berbagai ponsel dengan berbagai segmen harga yang berbeda relatif tipis. Yang menjadi tokoh di persaingan kelas menengah ini adalah Xiaomi dan realme. Lihat saja ponsel yang mereka keluarkan secara bertubi-tubi.

redmi note 8 pro dan realme xt
Redmi Note 8 Pro dan realme XT

Persaingan smartphone kelas menengah di tahun 2019 ini begitu luar biasa, sampai Samsung pun merasa harus ikut serta. Samsung merilis ponsel seri M dan berbagai seri A dari yang paling sederhana sampai yang mendekati kelas flagship.

Persaingan ini cukup menguntungkan konsumen. Karena dengan harga relatif terjangkau, kita bisa membeli ponsel dengan spisifikasi yang lebih dari cukup (RAM dan kapasitas penyimpanan besar) dan kualitas kamera yang mantap.

Persaingan Kamera Smartphone

Sensor Kamera Besar

Tahun 2019 juga menjadi saksi lompatan ukuran sensor kamera. Tidak terbayangkan sebelumnya kalau dalam satu tahun hadir 3 ukuran sensor raksasa secara bersamaan. Yaitu sensor 48MP, 64MP, dan 108MP.

Hebatnya lagi, rilis smartphone dengan sensor besar itu hadir berturut-turut. Seolah tidak memberi kesempatan kita menghembuskan napas. Redmi Note 7 memang muncul di awal tahun. Namun kemudian hadir berurutan realme 5 Pro, Redmi Note 8 dan 8 Pro, realme XT, dan Mi Note 10 dan 10 Pro.

Baca Juga:  Review ROG Phone 6: Semakin Absolut Duduk Di Posisi Puncak Ponsel Gaming
Xiaomi Mi Note 10
Xiaomi Mi Note 10

Kehadiran sensor besar ini menghadirkan kualitas foto yang jauh melebihi sebelumnya. Bahkan untuk ukuran ponsel kelas menengah pun hasilnya sangat memuaskan.

Yah, pemenang untuk perang sensor kamera ini untuk sementara adalah Samsung sebagai pembuat sensor tersebut (64MP dan 108MP). Bahkan rumor menyebutkan kalau Samsung Galaxy S terbaru tahun 2020 juga akan memakai sensor kamera 108MP. Bayangkan!

Multi Kamera

Kalau sebelumnya kamera ganda menjadi pembicaraan cukup panjang, sistem tiga kamera tidak terlalu berumur panjang. Alih-alih, sudah tidak sedikit yang menerapkan empat kamera, bahkan lima kamera. Contohnya, semua jajaran ponsel realme terbaru memiliki empat kamera. Sementara untuk lima kamera, kita bisa melihat Xiaomi Mi Note 10 Pro dan Nokia 9 Pureview.

Fitur Kamera

Dengan banyaknya jumlah kamera di smartphone, fitur yang ditawarkan pun semakin banyak. Bukan hanya Portrait Mode semata. Kini persaingan fitur kamera juga mencakupi kemampuan zoom, gambar ultra-wide, dan mode malam.

Kamera iPhone 11 Pro Max

Persaingan paling tinggi terjadi di antara Huawei Mate 30, Samsung Galaxy Note 10+, iPhone 11 Pro Max, dan Xiaomi Mi CC9 Pro Premium Edition (spesifikasi kamera sama dengan Mi Note 10 Pro). Google Pixel 4, walau tetap menjadi favorit dan memiliki fitur ajaib, agak kurang berkesan tahun ini. Sedangkan untuk video, iPhone 11 Pro Max menjadi juaranya.

Fenomena Ponsel Lipat

Tahun 2019 juga menjadi saksi kehadiran bentuk baru smartphone, yaitu ponsel lipat. Beberapa sudah diumumkan, ditunjukkan prototipenya, namun hanya sedikit yang benar-benar diproduksi.

Di antara smartphone dengan bentuk baru ini, ada Samsung Galaxy Fold, Huawei Mate X, dan Motorola Razr 2019. Sementara itu, Xiaomi baru menunjukkan seidkit bocoran lewat video.

layar samsung galaxy fold rusak
Sumber gambar: The Verge

Sayangnya, rilis smartphone yang revolusioner ini tidak terlalu sukses. Samsung Galaxy Fold bermasalah sehingga sempat ditarik dari pasaran untuk diperbaiki dan dirilis kembali. Sementara Huawei terus menunda rilis resmi (akhirnya dirilis November tapi terbatas). Sementara Razr baru tersedia tahun 2020.

Baca Juga:  Infinix Zero Ultra Meluncur Dengan Spesifikasi Kamera 200 MP dan Layar AMOLED

Selain merek di atas, juga ada Microsoft yang mengumumkan Surface Duo. Bedanya, ponsel ini merupakan smartphone dengan layar ganda, bukan layar yang bisa dilipat. Namun ponsel ini pun baru akan beredar akhir tahun 2020.

Ponsel 5G Mulai Hadir

Jaringan 5G akan menjadi standar baru koneksi internet. Tahun 2019 juga menjadi saksi kehadiran beberapa ponsel yang sudah mendukung jaringan 5G. Memang belum secara global, hanya di beberapa daerah yang sudah mendukungnya.

zte axon 10 pro 5g
ZTE Axon 10 Pro 5G

Beberapa smartphone yang sudah mendukung teknologi ini adalah Samsung Galaxy S10 5G, Samsung Galaxy Note 10+ 5G, Samsung Galaxy Fold 5G, Samsung Galaxy A90 5G, OnePlus 7 Pro 5G, OnePlus 7T Pro 5G McLaren Edition, Huawei Mate 20 X 5G, Huawei Mate 30 dan 30 Pro 5G, Honor View 30 dan 30 Pro, LG V50 ThinQ, Xiaomi Mi Mix 3 5G, Xiaomi Mi 9 Pro, Xiaomi Mi Mix 4, OPPO Reno 5G, Vivo iQoo Pro 5G, dan ZTE Axon 10 Pro 5G.

Prahara Huawei

Setelah berhasil mengalahkan Apple di tahun 2018 dan di awal tahun 2019, Huawei mengalami prahara yang mengguncang. Pemerintah Amerika memasukkan Huawei dalam daftar hitam dan mencekal kerja samanya dengan berbagai perusahaan Amerika, termasuk Google.

Hal ini membuat bisnis Huawei terpukul cukup besar. Bahkan penjualan smartphone andalan Huawei, seperti Mate 30, menjadi terhambat. Terutama karena Huawei terpaksa merilisnya tanpa dukungan Google Mobile Service (Play Store dan berbagai aplikasinya).

presentasi huawei mobile service
Presentasi Huawei Mobile Service

Huawei pun mengembangkan Huawei Mobile Service sebagai pengganti ekosistem aplikasi Google. Selain itu, mereka juga mengembangkan Harmony OS sebagai cadangan. Walau begitu, Harmony OS saat ini baru digunakan untuk smartwatch, smart TV, juga perangkat IoT.

Prahara ini cukup membuat nama Huawei meredup secara global, terutama di belahan dunia barat. Kelihatannya nasib smartphone Huawei yang terguncang di tahun 2019 masih akan berlanjut di tahun 2020. Namun, siapa yang tahu perkembangan selanjutnya?