Rumor: Huawei Juga Akan Rilis Handphone Game

Huawei MWC 2017

Handphone game menjadi salah satu niche yang belakangan ini dilirik oleh produsen handphone. Ternyata Huawei pun menaruh perhatian dan berencana merilisnya.

Tahun ini kita sudah menyaksikan lahirnya tren handphone game. Klaim pertama datang dari Razer Phone. Setelah itu kemudian menyusul Black SharkRed Magic, dan tentunya ASUS ROG Phone yang mencengangkan.

Saat ini Huawei menjadi salah satu perusahaan yang mengejar inovasi teknologi. Terutama untuk artificial intelligence (AI) dan fotografi. Seri Huawei P20 sudah membuktikan hal itu.

Selain hal itu, Huawei juga mengembangkan hal lain. Mereka juga mengembangkan teknologi GPU Turbo. Teknologi ini akan meningkatkan efisiensi Graphics Processing Unit (GPU) sampai 60% dan memangkas konsumsi baterai sampai 30%. Dengan begitu, video game (yang sering haus GPU) bisa berjalan lebih mulus.

perbandingan GPU Turbo
Perbandingan GPU Turbo (foto: YugaTech)

Teknologi ini juga menjamin kualitas gambar HDR. Bahkan Huawei menyebutkan kalau handphone yang tidak mendukung HDR bisa mendapat kualitas gambar yang hampir setara.

GPU Turbo akan hadir untuk handphone Huawei saat ini. Mulai dari jajaran seri Huawei P20, seri Mate 10, bahkan generasi sebelumnya seperti seri P10 dan Mate 9.

Tapi apa hanya itu saja? Tentu tidak. Kehadiran GPU Turbo hanyalah salah satu indikasi kalau Huawei menaruh minat besar pada game di handphone.

Berita besarnya hadir dari Jim Xu, Consumer Business President dari Huawei. Dalam sebuah wawancara di Shenzhen, Cina, beliau memberi konfirmasi kalau Huawei sedang mengembangkan handphone game. Ia juga menyebut rencana untuk merilisnya di paruh kedua tahun 2018.

Spekulasi menyebutkan kalau Huawei akan menggunakan chipset terbaru Kirin di handphone itu. Kirin 970 yang dipakai di Huawei P20 dirilis pada September 2017. Sangat wajar kalau chipset baru hadir bersama optimalisasi yang lebih baik dengan GPU Turbo, dan hadir bersama perangkat baru yang secara khusus bisa menunjukkan kemampuan chipset itu.

Tapi tentu saja, kalau Huawei benar-benar ingin terjun ke niche handphone game — menurut saya — ASUS ROG Phone adalah contoh yang harus dikejar. Tidak hanya dari sisi spesifikasi internal, tapi juga dari sisi arsitektur perangkat (misalnya tombol tambahan, letak colokan, dll), dan aksesoris.

Yang tidak kalah menarik, Jim Xu juga menyebutkan kalau Huawei tidak tertarik untuk membuat handphone dengan bagian yang bergerak secara mekanik seperti kamera Vivo Nex dan Oppo Find X. Huawei justru tertarik membuat handphone lipat yang diproyeksikan untuk tahun 2019.

Sumber: GadgetMatch | Via: DigitalTrends

%d blogger menyukai ini: