Windows 11 Dikabarkan Jadi Versi Terbaru Sistem Operasi Microsoft

Update terbaru sistem operasi Windows sebentar lagi akan hadir. Mendekati tanggal acara Microsoft tersebut, rumor soal Windows 11 semakin santer terdengar. Lalu apa yang bisa kita ketahui soal Windows versi terbaru ini?

Dalam beberapa versi terakhir Windows, Microsoft berusaha membuat sistem operasi ini semakin relevan. Termasuk membuat perubahan radikal di Windows 8 yang dibuat lebih bersahabat dengan perangkat bergerak. Namun hal itu kurang berhasil sehingga Microsoft mengembalikannya ke bentuk “desktop” di Windows 10.

Microsoft juga mengembangkan beberapa versi Windows lain, seperti Windows 10 for Arm (untuk perangkat yang memakai chipset berbasis Arm), Windows 10 IoT, dan juga Windows 10X yang batal rilis.

Lalu apa yang akan terjadi pada update terbaru Windows ini?

Versi Mendatang Jadi Pembaruan Besar

Versi terbaru Windows ini disebut merupakan update besar. Yah, paling tidak pihak Microsoft mengindikasikan hal itu.

Pada presentasi Build 2021, Satya Nadella, CEO Microsoft, mengatakan, “Sebentar lagi kami akan berbagi pembaruan paling signifikan untuk Windows selama dekade terakhir….” Lalu Yusuf Mehdi, Corporate Vice President Microsoft, juga menyatakan di Twitter kalau “Ia tidak pernah bersemangan seperti ini sejak Windows 95.”

Nama “Windows 11”

Microsoft sudah mengumumkan waktu untuk acara Windows selanjutnya, yaitu tanggal 24 Juni 2021 pada pukul 11 am ET. Teaser acara Windows itu pun membangkitkan spekulasi kalau versi terbaru akan menggunakan nama “Windows 11.”

Tidak sedikit yang menyebut hal tersebut. Misalnya Daniel Rubino dari Windows Central. Lalu Evan Blass (evleaks) juga menyebutkan bocoran soal nama itu.

Memang, kalau kamu perhatikan dari video teaser acara Windows yang diunggah Panos Panay di Twitter, kamu bisa melihat petunjuk soal itu. Bias cahaya dari jendela tidak memiliki bayangan horizontal, sehingga membentuk angka 11. Dengan bentuk logo jendela yang ada, hal ini bisa dibaca sebagai “Windows 11.”

Memang, beberapa tahun lalu sempat ada pernyataan kalau Windows 10 akan menjadi “versi terakhir Windows” seiring Microsoft mencanangkan “Windows as a Service.” Rencananya Microsoft akan merilis pembaruan besar Windows dalam beberapa tahun sekali dan pembaruan kumulatif setiap bulan (yang sudah berjalan).

Namun, seperti disebut oleh XDA Developers, hampir semua yang mengatakan hal itu—termasuk Terry Myerson yang jadi pimpinan—sudah tidak bekerja di Microsoft. Kini Panos Panay-lah yang berada di ujung tombak, dan ia tidak takut melakukan revolusi.

Nama “Windows 11” sendiri sangat masuk akal sebagai versi terbaru kalau pembaruan ini memang memberi banyak perubahan pada sistem operasi buatan Microsoft ini.

Apa Perubahan Besarnya?

Tentu saja pertanyaan berikutnya adalah “apa perubahan besar yang akan hadir di Windows?” Sejauh ini memang belum ada informasi kongkrit soal itu. Namun kalau kamu mengikuti berita soal sistem operasi ini, kamu mungkin sudah dapat sedikit bayangan.

Versi Windows mendatang akan mendapat tampilan visual baru. Penampilan yang lebih segar ini disebut dengan nama kode “Sun Valley.” Beberapa perubahan tampilan ini dikabarkan meliputi Start Menu baru, ikon sistem baru, perbaikan tampilan File Explorer, dan berbagai elemen yang memiliki sudut melengkung (tidak kotak / sudut tajam seperti sekarang).

action center Windows 10X

Lalu dengan urungnya Windows 10X rilis, kita mungkin juga akan melihat beberapa fitur baru yang berasal dari sistem operasi itu. Mungkin kita bisa mendapatkan pusat kontrol baru, pusat notifikasi baru, atau peralatan di Taskbar yang baru. Intinya, bisa ada perilaku interaksi baru di Windows.

Selain itu Microsoft juga disebut akan memberikan sentuhan baru untuk Bursa Aplikasi Windows. Selain punya tampilan baru, disebutkan kalau akan ada kebijakan baru untuk Bursa Aplikasi. Misalnya untuk para pengembang, seperti sistem pembelian dalam aplikasi yang lebih baik.

Di balik masalah penampilan dan ekosistem, Windows juga disebut akan memiliki beberapa pembaruan dalam sistemnya (via Bleeping Computer). Misalnya manajemen penyimpanan yang lebih modern, pemantauan baterai yang lebih detil, pengaturan GPU yang lebih bersahabat, dll.

Tantangan Windows

Yang jelas, Microsoft menghadapi tantangan besar sehubungan dengan Windows. Google semakin mengintegrasikan Chrome OS dan Android. Apple pun meningkatkan integrasi ekosistem sistem operasinya: iOS, iPadOS, WatchOS, tvOS, dan macOS. Dari sisi perangkat pun terdapat kategori yang semakin luas dan spesifik. Misalnya perangkat 2-in-1, laptop gaming, laptop kreator konten, dll.

Tentu akan menarik melihat bagaimana perkembangan Windows. Yah, termasuk “Windows 11” mendatang.

%d blogger menyukai ini: