Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Facebook vs Apple: Antara Privasi Pengguna dan Kepentingan Bisnis

Anom Penulis

Drama pertarungan antara 2 raksasa teknologi, Facebook dan Apple, meramaikan internet akhir-akhir ini. Apa sebenarnya yang terjadi? Yuk, kita bergosip.

Pusat dari pertarungan ini berawal dari Apple yang menetapkan kebijakan baru di iOS 14. Facebook rupanya tidak suka dengan kebijakan ini. Mereka pun menjalankan kampanye besar-besaran untuk memprotesnya.

popculture.id

Kebijakan Privasi iOS 14

Demi kepentingan privasi, Apple mensyaratkan pengembang aplikasi untuk meminta ijin pengguna dalam melacak aktivitas mereka di perangkat. Kebijakan Apple ini sudah bisa kamu lihat dalam halaman situs resmi untuk pengembang aplikasi.

Pelacakan aktivitas pengguna ini termasuk di antaranya pemakaian aplikasi, kunjungan situs web, atau kegiatan offline di perangkat. Pelacakan ini biasanya berguna untuk kepentingan personalisasi iklan.

Sejak versi beta iOS 14, pemberitahuan untuk mengijinkan atau menolak pelacakan ini mulai muncul di layar pengguna.

notifikasi privasi di iOS 14
notifikasi privasi iOS 14 (gambar: Apple)

Facebook Memprotes Kebijakan Apple

Sang titan media sosial, Facebook, rupanya tidak suka dengan kebijakan baru Apple ini. Bagaimanapun, bisnis Facebook berjalan di atas iklan. Artinya aplikasi dari Facebook — meliputi Instagram, Messenger, WhatsApp, dan Facebook sendiri — melakukan pelacakan untuk kepentingan personalisasi iklan.

Facebook memasang pernyataan dalam bentuk iklan di harian The Wall Street Journal, The New York Post, dan The Washington Post. Iklan itu termuat dalam satu halaman penuh.

Mereka menyatakan kalau kebijakan baru Apple itu tidak hanya bisa mengganggu bisnis kecil-menengah, tapi juga pengguna internet seara umum. Berbagai aplikasi dan situs web bisa mulai menarik biaya dari pengguna sebagai ganti pemakaian gratis berbasis iklan, dan akhirnya membuat internet jadi “lebih mahal.”

iklan facebook protes kebijakan apple
iklan Facebook (gambar: MacRumors)

Selain melalui iklan tersebut, Facebook juga mengungkapkan protes mereka melalui situs resmi dengan judul “Speaking Up for Small Business”. Di sana, mereka menyampaikan beberapa poin opini mereka soal kebijakan Apple.

Poin itu meliputi:

  • Kebijakan itu sebenarnya soal profit, bukan privasi — Apple akan meraih untung melalui pembelian dalam aplikasi ketika layanan dan situs beralih ke sistem langganan.
  • Apple menekan bisnis dan penerbit kecil yang sudah merana di kala pandemi — Tanpa personalisasi, iklan menjadi tidak efisien.
  • Apple tidak mengikuti kebijakan mereka sendiri — Platform iklan milik Apple tidak termasuk dalam kebijakan iOS 14.
  • Facebook tidak punya pilihan lain kecuali memprotes kebijakan ini — Kalau tidak, bisa menekan berbagai bisnis yang ada di Facebook.

Dan Levy, pimpinan Facebook untuk masalah iklan, merinci lebih jauh masalah ini di artikel tersebut, termasuk imbasnya pada bisnis dan pengguna internet.

Tanggapan Apple

Melalui pernyataan pada MacRumors, Apple menanggapi protes Facebook tersebut. Mereka hanya berpihak pada pengguna yang seharusnya tahu bagaimana data mereka dikumpulkan dan dibagi di berbagai aplikasi dan situs web. iOS 14 hanya meminta Facebook memberitahu pengguna, tidak meminta mereka mengubah pendekatan bisnisnya.

We believe that this is a simple matter of standing up for our users. Users should know when their data is being collected and shared across other apps and websites — and they should have the choice to allow that or not. App Tracking Transparency in iOS 14 does not require Facebook to change its approach to tracking users and creating targeted advertising, it simply requires they give users a choice.

Pernyataan Apple pada MacRumors

Baik Apple dan Facebook Bermasalah

Ya, menariknya, kedua perusahaan besar di dunia teknologi itu sama-sama menghadapi masalah mereka sendiri.

Facebook menghadapi tuntutan anti-monopoli dan masalah privasi sudah cukup lama. Dulu sudah kita dengar soal kasus “Cambridge Analityca”, gerakan “Stop Hate for Profit,” dan fenomena film The Social Dilemma. Belum lama ini juga muncul tuntutan agar Facebook berpisah dengan Instagram dan WhatsApp.

Di sisi lain, Apple juga menghadapi tuntutan anti-monopoli sehubungan dengan App Store. Dengan sistem tertutup di iOS, pengguna tidak memiliki pilihan dari sumber lain untuk install aplikasi.

Dalam hal ini, yang populer adalah sengketa antara Apple dengan Epic Games sehubungan dengan game Fortnite. Selain itu, Facebook pun pernah memprotes tarif App Store ini. Bahkan ada aliansi dari beberapa perusahaan teknologi yang melawan App Store.

Pertarungan Facebook melawan Apple ini memang menarik. Apalagi ketika keduanya juga punya “dosa” masing-masing. Tapi bagaimana nasib pelanduk ketika dua gajah bertarung?

    %d blogger menyukai ini: